Debian adalah sistem
operasi yang dibuat oleh relawan sehingga bebas digunakan siapapun. Sistem
operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan
lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux,sehingga
populer dengan nama Debian GNU/Linux.
Proses – proses id yang diciptakan oleh kernel antara lain :
Interactive : Diprakarsai oleh sebuah shell dan berjalan dalam
foreground danBackground.
Batch : Secara tipical merupakan sebuah seri dari proses-proses yang
dijadwalkan untuk dieksekusi pada suatu waktu tertentu.
Daemon : Secara tipikal diinisialisasi saat boot untuk membentuk fungsi-fungsi
sistem yang dibutuhkan, seperti LPD, NFS dan DNS
Proses Interaktive terdiri dari atas :
- Proses fireground adalah suatu proses yang ketika berjalan,
shell tidak menampilkan prompt hingga proses berakhir.
- Proses background adalah suatu proses yang sewaktu-waktu
berjalan, pemakai tetap dapat memberikan perintah yang lain. Sebab begitu
perintah background diberikan (setelah di tekan ENTER), prompt akan ditampilkan
kembali dan shell siap menerika perintah berikutnya.
Penjadwalannya
2 algoritma yang berbeda.
Algoritma yang pertama
adalah algoritma time-sharing untuk penjadwalan preemptive
yang adil diantara sekian banyak proses. Sedangkan algoritma yang kedua didesain untuk tugas real-time dimana
proritas mutlak lebih utama daripada keadilan mendapatkan suatu pelayanan.
Untuk proses time-sharing, Linux menggunakan teknik prioritas,
sebuah algoritma yang berdasarkan pada kupon. Tiap proses memiliki sejumlah
kupon penjadwalan; dimana ketika ada kesempatan untuk menjalankan sebuah tugas,
maka proses dengan kupon terbanyaklah yang mendapat giliran. Setiap kali terjadi
interupsi waktu, proses yang sedang berjalan akan kehilangan satu kupon; dan
ketika kupon yang dimiliki sudah habis maka proses itu akan ditunda dan proses
yang lain akan diberikan kesempatan untuk masuk.
Real Time di Linux
Penjadwalan waktu nyata Linux masih tetap lebih sederhana. Linux,
menerapkan dua kelas penjadwalan waktu nyata yang dibutuhkan oleh POSIX
1.b: First In First Out dan round-robin. Pada
keduanya, tiap proses memiliki prioritas sebagai tambahan kelas penjadwalannya.
Dalam penjadwalan time-sharing , bagaimanapun juga proses dengan prioritas yang
berbeda dapat bersaing dengan beberapa pelebaran; dalam penjadwalan waktu
nyata, si pembuat jadwal selalu menjalankan proses dengan prioritas yang
tinggi. Diantara proses dengan prioritas yang sama, maka proses yang sudah
menunggu lama, akan dijalankan.
Perbedaan satu - satunya antara penjadwalan FIFO dan round-robin
adalah proses FIFO akan melanjutkan prosesnya sampai keluar ataupun
diblokir, sedangkan proses round-robin akan dipreemptivekan setelah beberapa
saat dan akan dipindahkan ke akhir antrian, jadi proses round-robin dengan
prioritas yang sama akan secara otomatis membagi waktu jalan antar mereka
sendiri.
File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data
yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk
atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang
digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu
file system ke dalam disk atau partisi dengan cara melakukan Format.
File system Linux kebanyakan menggunakan ext2 (baca: second
extended) atau ext3, file system yang tidak mengalami fragmentasi seperti
halnya file system windows (FAT/FAT32). Ext2 juga memiliki system security yang
baik dengan menerapkan access permission untuk owner, group owner, dan other.
ATRIBUT
:
Setiap sistem dalam manajemen file mempunyai sistem atribusi yang
berbeda- beda, namun pada dasarnya di linux mempunyai atribut seperti berikut
ini:
• Nama: Nama berkas simbolik ini adalah informasi satu-satunya
yang disimpan dalam format yang dapat dibaca oleh pengguna.
• Indentifiers: Tanda unik ini yang biasanya merupakan sebuah
angka, mengenali berkas didalam sebuah berkas; tidak dapat dibaca oleh peng-
guna.
• Tipe: Informasi ini diperlukan untuk sistem-sistem yang
mendukung tipe berbeda (misal: .tar.gz pada kompresi, .tex pada dokumen latex).
• Lokasi: Informasi ini adalah sebuah penunjuk pada sebuah device
terse- but(misal: harddisk, UFD(usb flashdisk), floppy, DVD rom dll).
• Ukuran: Ukuran dari sebuah berkas (dalam bytes, words, atau,
blocks)
dan mungkin ukuran maksimum dalam atribut juga.
dan mungkin ukuran maksimum dalam atribut juga.
• Permission : Informasi yang menentukan siapa yang dapat
melakukan read, write, execute, dan lainnya.
• Waktu dan identifikasi pengguna : informasi ini dapat disimpan
un- tuk pembuatan berkas, modifikasi terakhir, dan penggunaan terakhir.
Data-data ini dapat berguna untuk proteksi, keamanan, dan monitoring
pengggunaan.
Jenis – Jenis File.
Ada 3 jenis file yaitu :
1. File
Reguler
Menyimpan data, aplikasi, sumber dokumen,
grafik, aplikasi objek, dan sebagainya.
2. Directory
File yang berisi daftar nama file dan
bilangan inode dari masing-masing file.
3. File
khusus
File yang umumnya menyatakan suatu piranti
(perangkat keras).
Penamaan file atau directory pada dasarnya
adalah bebas, namun ada beberapa ketentuan :
Semua
karakter kecuali /(slash) boleh digunakan
Beberapa
karakter yang sebaiknya tidak digunakan : ? @ # $ % ^ & * ( ) [ ] ’ ” <
> spasi tab dan backspace
Case
Sensitive
Max
14 karakter
Jangan
menggunakan karakter dot (.) dan dot dot (..) karena telah memiliki arti khusus
Izin akses suatu File (File Permission)
Linux merupakan sistem operasi yang bekerja
secara multiuser sehinggga setiap file maupun directory dalam Linux memiliki
identitas kepemilikan. Identitas kepemilikan ini dibagi menjadi tiga kelas,
yaitu :
Owner
: pengguna yang menciptakan file (pemilik file)
Group
: Kelompok
Other
: pengguna diluar owner dan group
Hak Akses terhadap suatu file merupakan
fasilitas sekuriti Linux yang berarti bahwa setiap file memiliki informasi
untuk megatur siapa yang berhak membaca, menjalankan atau mengubah file
tersebut. Model akses terhadap suatu file dibedakan menjadi tiga yaitu :
Read
(r) : file dapat dibaca
Write
(w) : file dapat dimodifikasi
Execute (x) : file dapat
dieksekusi
Memori di linux
Memori manajemen merupakan salah satu bagian terpenting dalam
sistem operasi. Karena adanya keterbatasan memori, diperlukan suatu strategi
dalam menangani masalah ini. Jalan keluarnya adalah dengan menggunakan memori
virtual. Dengan memori virtual, memori tampak lebih besar daripada ukuran
yang sebenarnya.
Dengan memori virtual kita dapat:
1. Ruang alamat yang besar
Sistem operasi membuat
memori terlihat lebih besar daripada ukuran memori sebenarnya. Memori virtual
bisa beberapa kali lebih besar daripada memori fisiknya.
2. Pembagian memori fisik yang dil
Manajemen memori membuat
pembagian yang adil dalam pengalokasian memori antara proses-proses.
3. Perlindungan
Memori manajemen menjamin setiap proses dalam sistem terlindung dari proses-proses lainnya. Dengan demikian, program yang crash tidak akan mempengaruhi proses lain dalam sistem tersebut.
Memori manajemen menjamin setiap proses dalam sistem terlindung dari proses-proses lainnya. Dengan demikian, program yang crash tidak akan mempengaruhi proses lain dalam sistem tersebut.
4. Penggunaan memori virtual bersama
Memori virtual mengijinkan dua buah proses
berbagi memori diantara keduanya, contohnya dalam shared library. Kode library
dapat berada di satu tempat, dan tidak dikopi pada dua program yang
berbeda.
Sumber :
› Handaya, Wilfridus B.T., dkk.
Linux System Administrator. 2010. Bandung : Informatika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar